Laman

Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Mei 2011

Hello Kitty



Hello Kitty diciptakan pertama kali oleh perusahaan Sanrio Co Ltd yang didirikan pada tahun 1960 dengan konsep bahwa hadiah kecil dapat membawa senyuman besar pada anak-anak. Lewat konsep itulah Sanrio menciptakan tokoh-tokoh seperti My Melody, Kerokerokeroppi, Batsumaru, dan lain-lain; namun diantara semuanya, Hello Kitty-lah yang paling banyak digemari. Produk pertama Hello Kitty adalah sebuah dompet berbahan plastik yang mulai dipasarkan pada tahun 1975, namun ketika itu boneka kucing tersebut belum memiliki nama. Sosok Hello Kitty kemudian ‘diproklamirkan’ lahir di Inggris pada tanggal 1 November 1974 dari keluarga White. Ayahnya bekerja di sebuah perusahaan perdagangan dan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga yang pandai memasak. Kitty memiliki seorang saudara kembar bernama Mimi. Tidak sulit untuk membedakan keduanya, karena umumnya Kitty selalu memakai pita merah di telinga kirinya, sedangkan Mimi memakai pita kuning di telinga kanannya. Tinggi badan Kitty setara dengan lima buah apel, sedangkan berat badannya setara dengan tiga buah apel. Mungkin karena selalu dikaitkan dengan buah apel, makanan favoritnya adalah apple pie buatan ibunya.

Sejak pertama kali diciptakan, sudah ada tiga orang kepala desain yang menangani desain Hello Kitty. Kepalanya didesain oleh Yuko Yamaguchi yang telah menjabat profesinya sejak tahun 1980. Meskipun imejnya selalu konsisten, Kitty buatannya selalu mengikuti perkembangan jaman. Rancangan pertama Yuko adalah Kitty yang ahli bermain piano karena pada saat itu, gadis-gadis Jepang dituntut untuk bisa bermain piano. perubahan terus berlanjut ketika pada awal tahun 80-an, boneka teddy bear mulai populer di Jepang. Di tahun 90-an, muncul tokoh tambahan dalam keluarga Kitty, yaitu dengan hadirnya tokoh Daniel, pacar Hello Kitty. Hal ini belum pernah dipikirkan sebelumnya, mengingat pada tahun 80-an artis perempuan lebih banyak menyembunyikan kehidupan asmaranya dari publik. Berulah pada tahun 90-an, pendapat tersebut dianggap kuno karena bagaimana pun juga wajar bila seorang publik figur memiliki pasangan.

Boneka Hello Kitty seolah-olah tidak terpengaruh oleh perubahan jaman. Alasan terbesar mengapa boneka kucing ini tetap digemari hingga saat ini mungkin karena tokoh Kitty tidak muncul dalam anime maupun film, dan kemunculannya terbatas pada produk-produk yang dipasarkan lewat media mix, seperti TV dan radio. Selain itu juga, desainnya yang tidak memiliki mulut membuat orang dapat bebas menginterpretasikan kesannya pada boneka tersebut.
 
Sampai saat ini sudah terhitung banyak sekali produk Hello Kitty, mulai dari stiker, kartu telepon, boneka, saputangan, peralatan makan, elektronik, hingga alat musik. Dewasa ini ada sekitar 60 negara yang menjual produk-produk Hello Kitty, yang biasanya memiliki ciri khas berbeda antara satu negara dengan negara lainnya. Sanrio selaku pemegang lisensi Hello Kitty setiap tahunnya memperoleh pendapatan sebesar 1,5 milyar yen hanya dari penghasilan yang didapat lewat pembelian hak cipta. Sandiro sendiri memproduksi sekitar 600 jenis produk baru Hello Kitty per bulannya dan dalam setahun tercatat ada sekitar 50 ribu macam produk Kitty yang dijual di toko-toko seluruh dunia. Perusahaan ini juga memiliki kerjasama kontrak dengan berbagai perusahaan lain yang memproduksi barang seperti TV, microwave, radio, dan lain-lain. Namun, untuk menjag imej Kitty, Sanrio melarang penggunaan karakter Kitty pada produk-produk yang memiliki citra negatif seperti pisau, minuman keras, rokok, hingga senjata api.
 
Kepopuleran Hello Kitty mem-booming hampir di seluruh negara di dunia. Kehebohan akan boneka kucing ini bahkan pernah berbuntut pada suatu kerusuhan di Singapura pada tahun 2000 silam. Kejadian itu terjadi di sebuah restoran McDonald’s yang sedang mengadakan promo berhadiah boneka Hello Kitty. Pengunjung yang sebagian besar terdiri dari para remaja sangat antusia dan berebut untuk mendapatkannya, hingga akhirnya terjadi pertengkaran yang mengakibatkan7 orang luka-luka dan pecahnya pintu kaca restoran tersebut. Lain halnya dengan Singapura, di Inggris sebuah gambar Hello Kitty raksasa ditampilkan di tengah-tengah lading jagung yang terletak di bagian selatan kota London. Kalau diperhatikan gambar tersebut mirip dengan fenomena UFO yang pernah muncul di lading gandum. Sedangkan di Amerika, kepopuleran Hello Kitty bahkan mampu ‘menaklukan’ artis-artis Hollywood, seperti Mariah Carey, Mandy Moore, Christina Aguilera, supermodel Tyra Banks, Drew Barrymore, Gwen Stefani, dan masih banyak lagi. Para selebritis ini pernah tampil di berbagai acara bergengsi dengan menjinjing tas maupun mengenakan perhiasan bergambar Hello Kitty. Bahkan diantara mereka, ada yang telah menjadi penggemar Hello Kitty sejak masih kecil, jadi bisa dibayangkan berapa banyak koleksinya sampai saat ini.

Hello Kitty merayakan ulang tahunnya setiap tanggal 1 November. Berbagai negara, khususnya Jepang, merayakan ulang tahunnya secara besar-besaran lewat berbagai event. Pada perayaan ulang tahun Hello Kitty di Amerika pada tanggal 1 November 2004, Sanrio menyumbangkan dana sebesar US$150 kepada UNICEF, yang digunakan untuk membiayai pendidikan anak perempuan di seluruh dunia lewat kampanye yang bertajuk Go Girls. Hal ini dilakukan mengingat ada sekitar 10 juta anak perempuan di dunia yang tidak mengenyam pendidikan di sekolah dan angka ini sangat jauh bila dibandingkan presentase anak laki-laki yang tidak bersekolah. Ini merupakan kerjasama ketiga kalinya yang pernah dilakukan Hello Kitty dengan UNICEF. Kerjasama pertama pada tahun 1984 di Amerika dan yang kedua pada tahun 1994 di Jepang. Karena perhatiannya pada dunia anak-anak, UNICEF lalu mengeksklusifkan nama Hello Kitty sebagai UNICEF Special Friend of Children. 

[Animoster Magazine Vol. 70, January 2005]

Bahasa Bunga



Bahasa bunga dalam bahasa Jepang disebut hana kotoba. Setiap bunga pasti selalu mempunyai arti. Banyak legenda kuno, mitologi, adat-istiadat, dan  dongeng yang semuanya menceritakan pengaruh bunga dalam kehidupan manusia. Misalnya dengan legenda bunga matahari yang menceritakan seorang gadis yang memendam cinta pada dewa Apollo sehingga berubah menjadi bunga yang selalu menghadap ke arah terbitnya matahari. Atau juga dengan edelweiss yang melambangkan keberanian dan kekuatan karena bunga ini tumbuh di daerah gunung salju abadi Alpen sekaligus menjadi bunga kebanggaan negara Swiss. Begitu juga dengan bunga sakura yang merupakan bunga kebanggaan negara Jepang, sehingga terdapat dalam lencana polisi di Jepang. Karena bunga terdiri dari berbagai macam jenis, maka tidak heran bila 1 jenis bunga mempunyai berbagai macam makna dan tiap warna bunga kadang mempunyai arti yang berbeda.

Berikut ini ada sedikit arti dari berbagai macam bunga yang bisa mengungkapkan suasana hati, pesan, dan kesan atau sebagai perlambang sesuatu.
  1. Azalea artinya kesabaran, “Jaga dirimu untukku”, kesederhanaan, lambang China untuk kaum wanita, kegembiraan ketika kamu dicintai.
  2. Amaryllis artinya kebanggaan, malu-malu, kecantikan.
  3. White anemone artinya ketulusan.
  4. Clover artinya janji, “Jadilah milikku”, keberuntungan [four-leaf-clover].
  5. Freesia artinya kekanak-kanakan.
  6. Rose artinya cinta, “Aku cinta padamu” [mawar merah]. Cinta abadi, tidak berdosa, amat menyenangkan, kerahasiaan dan kesunyian [mawar putih]. Kebahagiaan, “Percayalah padaku” [mawar merah jambu]. Persahabatan, cemburu [mawar kuning].
  7. Tulip artinya kemasyhuran, amal, pernyataan cinta, “Percayalah padaku” [tulip merah]. Cinta yang sia-sia [tulip kuning].
  8. Carnation artinya ikatan kasih sayang, kesehatan dan kekuatan, pesona, “Malangnya hatiku”, cantik, manis, cinta suci, lambang keberuntungan bagi perempuan [carnation putih].  “Kau mengecewakan aku”, penolakan, penghinaan [carnation kuning].
  9. Forget-me-not artinya cinta sejati, “Jangan lupakan aku”.
  10. Edelweiss artinya keberanian, kekuatan.
  11. Hydrangea artinya “Terima kasih atas pengertianmu”, hati yang dingin, kesombongan.
  12. Lily artinya kesucian. Kebencian [lily orange]. Kekayaan, kebanggaan [tiger lily]. Keagungan, kemurnian, “Serasa di surga bila bersamamu” [lily putih]. Manis, kembali bahagia, kemurnian sempurna [lily lembah].
  13. Daisy artinya tidak berdosa, iman, cinta yang setia, penghiburan.
  14. Jasmine artinya keramah-tamahan, kemakmuran, keanggunan, keelokan.
  15. Cactus artinya hasrat.
  16. Lavender artinya pengabdian, tidak percaya, “Sadarilah perasaanku”.
  17. Magnolia artinya manis, cantik, cinta alam, kemuliaan, harga diri.
  18. Poppy artinya tidur nyenyak, pelupa, imajinasi, ekstravaganza. Kesenangan [poppy merah]. Penghiburan, tidur [poppy putih]. Kekayaan, sukses [poppy kuning]. *Bunga poppy adalah tanaman opium yang sering digunakan untuk membuat obat bius.
  19. Violet artinya rendah hati, kesetiaan, kewaspadaan, “Aku akan selalu jujur” [violet biru]. “Mari ambil kesempatan ini untuk kebahagiaan” [violet putih].
  20. Lotus artinya cinta yang jauh, hati yang tulus.
  21. Sweet pea artinya perpisahan, keberangkatan, kebahagiaan, “Terima kasih untuk waktu yang menyenangkan”.
  22. Daffodil artinya rasa hormat, cinta tak berbalas, kebohongan.
  23. Dahlia artinya selera yang bagus.
  24. Cherry blossom artinya gadis yang lembut.
  25. Pansy artinya pemikiran, cinta.
  26. Bluebell artinya rasa syukur, terima kasih.
  27. Rindou artinya “Mencintai dirimu yang bersedih”.
  28. Camellia artinya kekaguman, kesempurnaan, lambing keberuntungan untuk laki-laki, kecantikan. “Kaulah api dalam hatiku” [camellia merah]. “Kau menawan hati” [camellia putih]. “Rindu padamu” [camellia merah jambu].
  29. Morning glory artinya janji yang teguh, kasih sayang.
  30. White chrysanthemum artinya kebenaran.
  31. Red verbena artinya kerja sama
  32. Mistletoe artinya “Ciumlah aku”.
  33. Hibiscus artinya kecantikan nan lembut.
  34. Zinnia artinya memikirkan teman yang jauh.
  35. Zephyr artinya penantian, pengharapan.
  36. Honeysuckle artinya kasih sayang yang murah hati dan penuh pengabdian, watak yang manis.
  37. Ambrose artinya cinta yang berbalas, kesenangan surgawi.
  38. Narcissus artinya egoisme, percaya diri, “Kau terlalu mencintai dirimu sendiri”.
  39. Primrose artinya “Aku tidak dapat hidup tanpa dirimu”, cinta muda-mudi.

Geisha



Geisha…

Rata-rata penduduk di dunia ini pasti akan langsung membayangkan sosok perempuan pekerja seks kelas tinggi khas Jepang bila mendengar sebutan ini. Padahal pengertian geisha yang seperti itu adalah sebuah pengertian yang salah. Profesi geisha memang profesi perempuan yang paling banyak disalah-mengertikan oleh hampir semua penduduk dunia. Sangat disayangkan memang, karena citra negatif yang seperti itu sudah terlanjur melekat pada predikat seorang geisha.

Salah paham mengenai seorang geisha yang sudah terlanjur mendunia ini disebabkan karena misteri serba tertutup yang mengitari profesi ini dan adanya kode etik di antara kalangan para geisha untuk tidak membocorkan hal apa pun mengenai langganan mereka ke luar hanamichi (kawasan tempat berkumpulnya para geisha). Padahal sebenarnya, profesi geisha hampir tidak berbeda dengan para seniwati serba bisa. Kyoto disebut-sebut sebagai daerah yang paling banyak terdapat perkampungan geisha-nya. Dalam buku yang berjudul The World of Geisha, Kyoko Akihara menyebutkan bahwa seorang geisha tidak saja harus bisa menghibur tamu, tapi ia juga diharuskan bisa melakukan ritual upacara minum teh tradisional Jepang, menyanyi lagu tradisional Jepang, menari, memainkan alat musik, dan berbicara bahasa Jepang dengan santun.

Seorang geisha bisa saja mempunyai Danna, yaitu orang yang menjadi pelanggan potensial (secara finansial) dan mau membiayai kebutuhan hidup si geisha tersebut. Nah, mungkin dari sinilah awal mulanya timbul semacam paham bahwa geisha juga tidak berbeda dengan wanita simpanan para pejabat tinggi. Dengan kata lain, seperti wanita pekerja seks kelas tinggi. Sayangnya lagi, semakin lama memang semakin banyak bermunculan pekerja seks komersial yang sebenar-benarnya yang mengaku sebagai geisha. Karena itulah, lama kelamaan orang memandang profesi geisha itu tidak ada bedanya dengan pekerja seks. Apalagi, bila seorang geisha memiliki anak dari Danna-nya, si anak tersebut tidak akan diakui oleh si Danna (ayahnya). Soalnya, geisha tidak mendapat ikatan perkawinan sebagai bukti pengesahan statusnya sebagai seorang istrinya.

Jika kita berkilas balik ke masa lalu, tepatnya pada masa setelah Restorasi Meiji (1868-1912), justru banyak anak-anak perempuan yang ingin menjadi geisha. Kenapa? Sebab, pada masa itu reputasi geisha justru merupakan profesi terpandang di kalangan masyarakat. Citra geisha pada saat itu belum se-negatif di masa sekarang karena masih banyak wanita geisha yang menjalankan kode etiknya secara murni.

Profesi geisha mempunyai tingkatan dalam setiap tahapnya. Maiko adalah sebutan bagi geisha yang berusia belasan hingga sekita berumur dua puluh tahunan. Geiko adalah sebutan bagi seorang geisha yang lebih matang dan umumnya sudah tidak perawan. Sementara geisha yang sudah sepuh dan menjadi induk semang bagi para generasi berikutnya disebut Okasan (pengertiannya sama seperti “ibu”). Strata atau tingkata sosial dalam profesi geisha ini bisa terlihat dari kimono yang mereka kenakan. Umumnya, maiko mengenakan kimono dengan warna-warni cerah dan banyak dengan hiasan rambutnya dibandingkan dengan geiko atau pun okasan. Kimono maiko juga panjangnya bisa sampai menyentuh lantai sedangkan kimono geiko panjangnya hanya semata kaki.

Kimono geisha selalu memperlihatkan leher bagian belakangnya (tengkuk) hingga ke kulit bahu. Itulah yang membedakan kimono untuk geisha dan kimono biasa (kimono biasa justru menutup tengkuk). Soalnya, menurut orang Jepang, seorang wanita dikatakan seksi jika ia mempunyai kulit tengkuk dan bahhu yang halus serta bersih. Itu sebabnya, bagi geisha, memperlihatkan tengkuk dan bahu dianggap seksi. Tidak seperti pandangan orang-orang Barat yang menganggap betis atau tubuh semampai sebagai sesuatu yang seksi.

Source: Hanalala 16th Edition

Kamis, 19 Mei 2011

Yakuza


·                     8-9-3
Italia punya La Cosa Nostra; di Amerika ada Mafia; di Asia Tenggara ada Triad sedangkan di China, Taiwan, dan Hongkong ada Tong yang terkenal. Istilah-istilah tersebut adalah sebutan untuk organisasi kriminal. Selain sebutan-sebutan di atas ada sebuah kelompok yang lebih besar dari mafia dan ada sejak hampir 400 tahun yang lalu, kelompok itu adalah Yakuza.
Secara harfiah, istilah yakuza berarti angka 8-9-3 (ya = 8, ku = 9, 3 = 9). Istilah ini diambil dari permainan kartu Jepang hana-fuda yang secara teknis hampir mirip dengan permainan black jack. Dalam hana-fuda, pemain akan mendapat poin jika angka kartu di tangannya berjumlah 19 atau 21. Seperti yang dilihat, kombinasi kartu angka 8, 9, dan 3 bila dijumlah memiliki hasil 20 yaitu angka yang paling rendah dan tidak memiliki nilai dalam permainan hana-fuda ini.
Dari sinilah nama yakuza diambil yang memiliki makna konotatif sekumpulan orang yang tidak memiliki nilai di masyarakat. Bukan berarti mereka tidak berguna bagi masyarakat, tetapi ini berarti bahwa anggotanya adalah orang-orang yang bagaimanapun juga tidak cocok dengan masyarakat (society misfits).

·                     Kabuki-Mono
Untuk mengetahui cikal bakal yakuza, kita harus menengok kembali sejarah Jepang di tahun 1612. Pada zaman itu ada sekelompok penguasa local yang dikenal dengan sebutan kabuki-mono (orang gila) yang menarik perhatian semua orang dengan cepat. Mereka memiliki gaya berpakaian yang nyeleneh, potongan rambut yang berbeda dengan yang lainnya, bertingkah laku buruk, dan selalu membawa-bawa samurai.
Kabuki-mono melakukan aksi terror dimana-mana dan bisa bertindak jauh menikam seseorang hanya untuk kesenangan saja. Kabuki-mono berbicara dengan bahasa slang yang khas. Mereka saling melindungi satu sama lain, melawan segala ancaman apa pun, meski pun itu juga berarti melawan keluarganya sendiri.
Sebenarnya kabuki-mono adalah bekas samurai shogun yang juga memiliki hattamoto-yakko (pelayan shogun). Semenjak masa damai, di era Tokugawa lebih dari 500.000 samurai ‘menganggur’ dan menjadi samurai tak bertuan (ronin). Beberapa dari mereka mulai berkelana ke seluruh penjuru Jepang sebagai gerombolan bandit untuk merampok kampung dan kota-kota kecil.

·                     Yakuza = Robin Hood?
Yakuza mempercayai bahwa nenek moyang mereka adalah machi-yakko (pelayan kota) dan bukan kabuki-mono seperti anggapan banyak orang. Machi-yakko adalah orang-orang yang menyandang senjata dan melindungi kampung dan kota dari para kabuki-mono.
Machi-yakko yang beranggotakan penjaga toko, pemilik penginapan, pengembara, dan juga ronin merupakan pejudi terampil yang siap memenangkan pertaruhan demi teman dan pimpinan mereka. Bagi mereka berjudi dapat meningkatkan hubungan erat dengan pemimpin dan yang lainnya, mirip dengan yakuza pada saat ini.
Machi-yakko dengan segera menjadi pahlawan banyak orang, dielu-elukan penduduk atas bantuan mereka melawan kabuki-mono. Biasanya machi-yakko lebih lemah dan kurang persenjataan dan latihan bila dibandingkan dengan kabuki-mono. Bila dianalogikan, mirip dengan pahlawan rakyat Inggris, Robin Hood yang melawan pangeran John dan bawahannya, Sheriff of Nottingham. Karena itulah machi-yakko banyak ditulis dalam dongeng-dongeng dan permainan tradisional Jepang.

·                     Modern Yakuza
Yakuza saat ini, muncul setelah pertengahan abad ke-17. Anggotanya adalah bakuto (pejudi) dan tekiya (pedagang jalanan). Setelah Perang Dunia II (PD II) ditambahkan lagi grup ketiga, yaitu gurentai (penjahat). Hampir semua anggota yakuza memiliki latar belakang yang sama: miskin, criminal, dan enggan bersosialisasi dengan masyarakat. bagi mereka, yakuza akan menjadi keluarga, tempat mendapat pertolongan atas persoalan yang mereka hadapi, mendapatkan perhatian dan merasakan aman.
Kemudian, yakuza benar-benar teroganisir seperti sebuah keluarga, mereka mengadaptasi sebuah hubungan yang disebut oyabun-kabun (peran ayah-peran anak). Oyabun adalah ‘ayah’, yang berperan memberikan saran, perlindungan, dan bantuan; Kabun adalah ‘anak’, berjanji mengabdi dengan setia dan melayani oyabun ketika diperlukan.
Upacara inisiasi untuk para yakuza juga mulai berkembang pada saat ini. mereka saling bertukar mangkuk sake sebagai pertanda masuk ke dalam hubungan oyabun-kabun. Banyaknya sake yang dituangkan ke dalam masing-masing mangkuk berbeda sesuai statusnya, yaitu ayah-anak, kakak-adik, lebih tua-lebih muda, dan sebagainya. Upacara ini biasanya diadakan di depan kuil Shinto dan berkesan religius.

·                     Yakuza in Business and Politics
Mulai tahun 1920-an, yakuza juga mulai mencoba mencicipi dunia politik dengan mendekati beberapa politisi dan orang pemerintahan. Mereka bekerja sama dengan pemerintah untuk mendapatkan dukungan resmi atau setidaknya memperolah sedikit kebebasan untuk melakukan ‘tindakan kekerasan’. Mulai saat itulah yakuza terlibat di dalam seluruh aspek bisnis dan politik di Jepang. Seusai PD II tentara Amerika yang menduduki Jepang mengadakan investigasi terhadap semua kegiatan yakuza karena dianggap sebagai ancaman. Tahun 1948, investigasi dihentikan karena militer Amerika menganggap ancaman tersebut telah lenyap. Padahal saat itu, yakuza sedang getol-getolnya berbisnis dalam pasar gelap dan dibantu oleh orang-orang yang duduk di pemerintahan Jepang.
Tentara kependudukan pun akhirnya mengetahui bahwa yakuza adalah kelompok yang terorganisir rapi dan didukung oleh pejabat pemerintahan. Pada tahun 1950, mereka menyerah karena secara sadar tidak mampu melindungi masyarakat Jepang dari pengaruh yakuza yang semakin menguat.
Pengaruh yakuza lebih bisa diterima dalam masyarakat Jepang bila dibandingkan dengan apa yang terjadi pada organisasi kriminal di Amerika. Yakuza juga memiliki sebuah firma dan menjalin aliansi politik jangka panjang dengan sekelompok nasionalis sayap kanan. Pengaruh mereka meluas hingga ke negara-negara Asia lainnya, bahkan hingga ke Amerika.
Hingg saat ini, yakuza telah berhasil menginvestasikan $10 miliar lebih di Amerika Utara dan sebagian negara Eropa. FBI yang bertugas untuk melacak jalur uang dalam tubuh yakuza mengalami kesulitan, mengingat di Jepang money laundry bukan termasuk tindak kriminal.

·                     Yakuza’s Fleshy Lifestyle
Tidak seperti organisasi kriminal lainnya di dunia, yakuza tidak mau menunjukkan sikap low profile. Mereka sengaja menunjukkan diri pada masyarakat. hampir di setiap kota Jepang, klub-klub yakuza diberi tanda dan logo yang benar-benar mencolok mata.
Tahun 1980-an, dandanan para yakuza berubah mengikuti trend mode saat itu: rambut klimis, kemeja ketat mengkilat dipadu dengan sepatu kulit berujung runcing seperti yang dikenakan para mafia di Amerika. Mereka juga menyukai mobil mewah produksi Amerika seperti Cadillac dan Lincoln.
Yakuza juga identik dengan tato. Mereka hampir menggambar seluruh badan – dari pergelangan tangan, dada, punggung, hingga separuh betis – dengan desain-desain yang rumit. Jika mereka telanjang, tato-tato itu menutupi tubuh mereka dengan sempurna, seperti mengenakan sebuah pakaian. Dibutuhkan waktu ratusan jam untuk mendapat tato lengkap seperti itu, dan tentu saja prosesnya akan sangat menyakitkan. Bagi yakuza proses mantato dianggap sebagai sebuah tes mental dan mereka harus kuat bertahan.
Dibalik gayanya yang flashy, keberadaan yakuza tidak boleh dipandang sebelah mata. Dari tahun 1958, anggota yakuza mengalami peningkatan sebesar 150 %, menjadi sekitar 184.000 lebih anggota aktif yakuza yang dibagi lagi menjadi 5.200 famili yang beroperasi di seluruh Jepang. Pada saat itu jumlah mereka melebihi jumlah seluruh tentara Jepang. Sebaliknya, di Amerika yang jumlah penduduknya hampir dua kali lipat Jepang ‘hanya’ memiliki sekitar 20.000 orang naggota dari seluruh organisasi kriminal yang ada dan jumlah ini termasuk anggota mafia Italia dan Amerika.

·                     Yakuzas’ Future
Pada tanggal 1 Maret 1992, pemerintah Jepang menyetujui Undang-Undang Pencegahan Pelanggaran Hukum oleh Anggota Boryokudan (yakuza atau geng kriminal). Yakuza mengelak disebut sebagai boryokudan dengan cara bersembunyi dibalik bisnis yang mereka gunakan sebagai kedok. Mereka juga menerbitkan buku berjudul How to Evade the Law yang didistribusikan di antara anggota Yamaguchi-gumi (family yakuza yang paling besar dan berpengaruh).
Dengan adanya undang-undang anti yakuza ini, masa depan yakuza Nampak semakin suram. Kantor polisi di berbagai perfektur menerima ratusan laporan dari para gangster dan keluarganya. Mereka meminta saran bagaimana cara meninggalkan geng dan mendapat legitimasi. Menyikapi hal tersebut, lebih dari 60 perusahaan Jepang menawarkan untuk mempekerjakan para mantan anggota yakuza.
Kini ternyata masyarakat sudah tidak bersimpati lagi pada yakuza. Masa depan yakuza saat ini tidak menentu. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi pada mereka beberapa puluh tahun ke depan. Apapun kemungkinannya, yang jelas yakuza masih ada hingga saat ini.

·                     The Godfather
Yoshio Kodama yang meninggal pada tanggal 17 Janiari 1984 akibat stroke adalah godfather terbesar yang menyatukan berbagai fraksi yakuza. Kodama memiliki kemampuan menstabilkan hubungan antar kelompok politik sayap kanan dan geng kriminal. Beliau merupakan legislator politik handal yang melayani pemerintah dalam usaha korupsi, mata-mata, dan bisnis kotor lainnya (kuroi kiri).
Pada tahun 1960, Kodama yang pernah menjabat sebagai penasehat utama perdana menteri, meminta seluruh fraksi yakuza untuk bersatu dan membentuk aliansi raksasa. Aliansi pertama yang berhasil beliau buat adalah aliansi antara Yamaguchi-gumi dan organisasi kriminal Korea, Tosei-kai. Beliau juga menjadi mediator dalam pembentukan aliansi antara fraksi Tosei-kai dan Yamaguchi-gumi.
Selain Kodama, salah satu godfather legendaries yakuza adalah Kazuo Taoka, oyabun dari kelompok kriminal terbesar di Jepang, Yamaguchi-gumi. Taoka yang meninggal pada tahun 1981 berkuasa selama 35 tahun. Di bawah kepemimpinanya, anggota Yamaguchhi-gumi berkembang menjadi 13.000 orang. Kelompok ini tersebar di 36 dari 47 perfektur yang ada di Jepang. Mereka menguasasi lebih dari 2.500 bisnis, mendirikan usaha judi, pinjam-meminjam, dan menanamkan investasi yang besar dalam dunia olahraga dan entertainmen.

Kimchi

  
Kimchi atau kim-ch’i adalah makanan tradisional khas Korea berupa sayuran yang difermentasikan dengan temperatur tertentu. Jika makan di restoran Korea, kita bisa menikmati kimchi secara gratis karena makanan ini adalah makanan sampingan untuk menu utama.
Kebanyakan orang hanya mengenal kimchi sebagai sayuran sawi putih atau lobak yang berbumbu cabe merah dengan rasa agak asam. Namun, fakta menunjukkan bahwa di negara asalnya ada lebih dari 200 macam kimchi.
Kimchi tidak selalu terbuat dari sayuran saja, tapi ada juga berbagai jenis kimchi yang dicampur dengan seafood. Yang lebih menakjubkan lagi, ternyata semua jenis kimchi itu kaya protein, mineral (Ca, Fe, K, P), vitamin (C, B komplek, B karotin), dan serat. Kimchi juga sudah terbukti sangat bermanfaat untuk program diet dan dapat mencegah pertumbuhan sel-sel kanker dan tumor.

Asal mula Kimchi
Sejak manusia mengenal cara bercocok tanam, berbagai sayuran yang kaya vitamin dan mineral sudah bisa dinikmati. Tapi, bayangkan jika kita tinggal di negara yang mengalami musim dingin. Saat itu tumbuhan tidak bisa tumbuh. Otomatis sepanjang tahun saat itu, tidak akan ada sayur yang bisa dikonsumsi. Karena kondisi inilah, manusia mengembangkan sistem penyimpanan dengan sistem penggaraman. Kimchi muncul di Korea pada sekitar abad ke-7 sebagai jenis sayuran yang diasinkan saja. Di abad ke-12, penduduk Korea mulai menggunakan rempah-rempah untuk mengolah kimchi. Bubuk cabe merah mulai diimpor dari Jepang pada awal abad ke-17.
Akan tetapi, butuh waktu sekitar 200 tahun sampai akhirnya bubuk cabe benar-benar dipakai sebagai bumbu utama pembuatan kimchi. Pengembangan kimchi dilaporkan berakar dari kebudayaan agraris sebelum masa Tiga Kerajaan di Semenanjung Korea. Diperkirakan nama kimchi berasal dari kata shimchae yang berarti pengasinan sayuran, lalu mengalami perubahan suara menjadi dimchae, kimchae, dan kemudian kimchi.
Orang Korea yang bermigrasi ke luar negeri terus mempertahankan tradisi mereka mengonsumsi kimchi sebagai menu tambahan. Dengan cara inilah mereka memperkenalkan kimchi kepada dunia. Kimchi yang sudah terbukti mengandung nutrisi yang tinggi ini banyak direkomendasikan sebagai makanan kesehatan oleh para ahli gizi dan nutrisi, baik di Korea maupun di negara-negara lainnya. Oleh sebab itu, ekspor kimchi ke negara-negara asing menjadi semakin seamark dewasa ini. Bahkan di Amerika dan Jepang, kimchi kemasan pabrik sudah banyak tersedia di berbagai supermarket.

Jenis-jenis Kimchi
Kimchi yang disajikan sebagai menu tambahan terdiri dari berbagai macam karakter sesuai dengan daerah, musim, dan menu utama. Misalnya, masyarakat daerah pinggiran laut biasanya membuat kimchi yang asin dibandingkan kimchi yang dibuat oleh masyarakat di dataran tinggi; saat musim panas, orang Korea akan lebih senang membuat kimchi air dingin; dan kimchi mentimun akan lebih cocok dimakan dengan masakan mie daripada dengan sup daging sapi. Namun, untuk mengerti kimchi secara sederhana, kimchi dibagi menjadi dua, yaitu Kimchi Musiman (kimchi yang dibuat untuk disimpan dalam periode yang singkat dan
dibuat dari sayur-sayuran yang mudah didapatkan di pasar) dan Kimchi Kimjang (kimchi yang dibuat untuk disimpan dalam periode yang lama dan biasanya dibuat dalam jumlah besar sebelum musim gugur).
1.       Kimchi Baechu (kimchi sawi putih)
Ini adalah jenis kimchi yang paling sering ditemukan pada berbagai macam masakan Korea. Sawi putih dipotong dari bagian kepalanya dan dibagi menjadi 2 atau 4 bagian. Kemudian bagian-bagian ini direndam dalam air garam selama 3-4 jam sampai daunnya menjadi layu. Pada musim panas dan musim dingin, proses merendam bisa memakan waktu sampai 12 jam. Saat menunggu sampai proses perendaman selesai, kita bisa menyiapkan bumbu campurannya yaitu bubuk cabe merah, bawang putih yang dihaluskan, dan jahe. Dapat juga dicampur dengan udang kecil yang sudah diasinkan atau produk laut lainnya, seperti kerang atau ikan, tergantung selera. Campuran bumbu ini biasanya disebar diantara daun-daun sawi putih sampai bumbu habis dan kemudian digulung dengan lapisan daun terluar menjadi berrbentuk buntalan.
2.       Kimchi Kaktugi (kimchi lobak)
Sesuai namanya, kimchi ini terbuat dari lobak. Lobak dipotong dadu, lalu dicampur dengan bumbu yang hampir sama dengan bumbu untuk kimchi Baechu. Bumbu ini memberikan warna merah pada potongan lobak putih itu.
3.       Kimchi Yolmumul (kimchi air panas yang hijau)
Kalau menikmati masakan Korea di musim panas, kimchi ini yang patut dicoba. Lobak muda adalah kunci utama pembuatan kimchi ini yang dipadu dengan cabe hijau, cabe merah, dan bawang putih. Kimchi jenis ini diberi air yang banyak sebelum disimpan. Biasanya disimpan di dalam kulkas, sehingga rasa air dan sayurannya akan terasa sangat segar saat dimakan.
4.       Kimchi Nabak (kimchi air merah)
Ini adalah jenis kimchi yang paling dihargai diantara kimchi air lainnya. Kimchi jenis ini bisa dinikmati sepanjang tahun. Tapi, saat zaman dahulu, kimchi ini lebih populer di musim semi, setelah kimchi stok musim dingin habis. Penampilannya yang elegan terdiri atas potongan lobak dan sawi putih, dihias dengan berbagai warna yang berasal dari potongan daun bawang, cabe merah, bawang putih dan jahe.
5.       Kimchi Chonggak (kimchi ekor kuda)
Kimchi yang satu ini terbuat dari lobak putih kecil yang berdaun seperti ekor kuda. Pecinta makanan pedas akan menyukai kimchi jenis ini. Kimchi Chonggak siap dimakan setelah didiamkan beberapa hari.
6.       Kimchi Bossam (kimchi gulung)
Jika bisa mencicipi kimchi ini, bisa dibilang kita sangat beruntung. Pada zaman dulu, kimchi jenis ini lebih dikenal di sekitar Seoul daripada di daerah bagian selatan Semenanjung Korea. Dibutuhkan banyak sekali bahan untuk membuatnya. Kimchi hijau tradisional dan jamur hutan diberi bumbu bersama dengan ikan yang sudah diasinkan, kerang, dan ikan gurita. Buah pir dan kacang kantanye pun bisa dimasukkan ke dalamnya. Semuanya itu dihiasi lagi dengan kacang cemara, potongan kastanye, cabe merah lalu dibungkus dengan daun sawi putih. Aneka macam buah dan ikan bisa dicampurkan ke dalam kimchi ini sesuai selera.  Ini bisa membuat orang yang memakannya penasaran dengan apa yang akan didapatkannya dalam bungkusan kimchi tersebut. kimchi ini dikenal sebagai makanan sampingan yang sangat mewah. Di samping sebagai makanan tambahan, kimchi juga bisa diolah menjadi bahan menu utama. Misalnya seperti kimchi Chigae (sup kimchi pedas), nasi goreng kimchi, kimchi mandu (sejenis siomay yang berisi campuran kimchi dan daging).
Source: Champ 1st Edition

Asal Usul Nama Bulan

JANUARI
Kata ini diambil dari nama dewa bangsa Roma yaitu dewa dengan dua wajah bernama Janus. Kedua wajah yang bertolak belakang, satu menatap ke depan dan yang lainnya menoleh ke belakang sebagai perlambang tatapan masa lalu dan pandangan ke masa depan, Janus akhirnya menjadi Januari sampai saat ini dijadikan bulan mawas diri sebagai pemisah tahun lalu dan tahun baru.

FEBRUARI
Berasal dari bahasa Latin, Februa, suatu istilah untuk pesta penyucian yang diselenggarakan oleh bangsa Romawi Kuno pada setiap tanggal 15 Februari. Bulan ini adalah bulan yang paling sedikit jumlah harinya: 28 pada tahun biasa dan 29 hari pada tahun kabisat. Tahun kabisat datang 4 tahun sekali untuk mengimbangi kekurangan dan kelebihan akibat hitungan hari dalam setahun yang tidak bulat yaitu 365 hari, 5 jam, 48 menit, dan 46 detik.

MARET
Semula bulan Maret merupakan bulan pertama dalam kalender yang disajikan sekarang ini (Kalender Julian). Namun tidak diketahui secara jelas siapa dan bagaimana sejarahnya hingga bulan tersebut berpindah menjadi urutan ketiga. Kata Maret itu sendiri berasal dari kata Mars, nama dewa perang bangsa Romawi Kuno yang sangat terkenal karena kegarangannya dan keberaniannya.

APRIL
Asal kata bulan ke empat ini masih belum disepakati secara pasti. Sebagian mengatakan bahwa April berasal dari kata Aphrodite yang berarti dewi cinta. Agak mendekati kebenaran jika ditilik dari asal kata Aperire yang berarti membuka. Pikiran ini muncul karena orang Yunani menyebut musim semi yang dimulai pada bulan April dengan istilah ‘pembukaan’.

MEI
Kata Mei diperkirakan diambil dari istilah Maia Majesta yaitu dewa musim semi. Musim semi disambut meriah dengan berbagai festival oleh banyak rakyat Eropa. Gadis tercatik dan pria tertampan akan dipilih untuk dinobatkan menjadi raja dan ratu yang akan memimpin tari-tarian dalam festival-festival itu. Di Inggris tradisi ini masih dilakukan setiap bulan Mei, ratu disebut dengan Maid Marian dan sang raja disebut dengan Robin Hood.

JUNI
Kata Juni berasal dari Juno, nama dewi feminin yang melambangkan harkat kewanitaan yang membawa kebahagiaan keluarga. Bagi kalangan menengah di Eropa, bulan Juni dianggap sebagai bulan yang paling baik untuk melangsungkan pernikahan. Mereka percaya bahwa jika mereka menikah pada bulan itu akan membawa kebahagiaan pada pasangan pengantin dan keturunannya.

JULI
Bulan ke tujuh ini pada awalnya bernama Quintilis dan aslinya terletak pada urutan kelima. Tetapi ketika Roma dikuasai oleh Mark Anthony nama bulan itu diubah menjadi Juli yang diambil dari nama Julius Caesar sebagai penghormatan kepada Kaisar Romawi yang terkenal itu. Tidak disebutkan apakah Mark Anthony juga memindahkan urutan bulan ini.

AGUSTUS
Seperti halnya bulan ke tujuh, bulan ke delapan berasal dari Kaisar Romawi: Agustus. Bahkan dia sendiri pula yang meletakkan namanya itu dalam kalender tersebut. Demi kekuasaannya, ia mengubah jumlah hari, mengurangi jumlah hari bulan Februari lalu menambahkannya pada bulan ke delapan itu. Itulah sebabnya, bulan Februari menjadi bulan yang paling sedikit jumlah harinya.

SEPTEMBER
September berasal dari bahasa Latin yaitu Septa yang berarti tujuh. Pada awalnya bulan September memang berada pada urutan ke tujuh kalender Julian. Tetapi ketika pada abad ke delapan sebelum Masehi, pembagian tahun diubah dari 10 bulan menjadi 12 bulan, tanpa merubah namanya terlebih dahulu bulan September ditempatkan di urutan ke sembilan dan berlaku sampai saat ini.

OKTOBER
Sebagaimana halnya bulan September, bulan Oktober juga mengalami nasib yang sama. Namanya berasal dari kata Okto, bahasa Latin yang berarti delapan. Semula berada pada urutan ke delapan dan bergeser ke urutan ke sepuluh mengikuti pergeseran bulan-bulan; September, November, dan Desember. Belum ada gagasan untuk memperbaiki arti kata dengan kesesuaian urutan dari nama-nama bulan tersebut.

NOVEMBER
Mengikuti urutan bilangan Latin, November berasal dari kata Novem yang berarti sembilan. Sebelum diadakan pembaharuan di zaman Julius Caesar, bulan November hanya mempunyai 29 hari, bukan 30 hari seperti yang dikenal sekarang. Orang Inggris Kuno menyebut November sebagai ‘bulan berdarah’ karena bulan ini adalah musim pembantaian ternak menjelang musim dingin.

DESEMBER
Baik pada zaman Romawi Kuno mau pun pada masa modern sekarang ini, bulan Desember merupakan bulan terakhir dari penampilan setahun. Desember berasal dari kata Decem yang berarti ke sepuluh. Oleh bangsa-bangsa yang hidup di berbagai negara belahan bumi sebelah utara, bulan Desember dikenal sebagai ‘bulan suci’ karena semua negeri ditutupi oleh salju dan es yang memutih sepanjang hari.